PISCOK (PISANG COKLAT)
PISANG COKLAT (PISCOK)
hari ini minggu,
Langit di luar rumah membiru, cerah tanpa ada sendu.
Angin menghempas rambut yang terurai indah....
Sangat pas untuk menikmati jalan-jalan di pagi hari
Kenalkan,
Namaku Nina.
Aku anak pertama dari dua bersaudara.
Tinggal di desa yang makmur dan sejahtera.
Doaku pagi ini sambil memandangi langit dan ku kepalkan tanganku,
Untuk menguatkan emosi atau keyakinan dari hati.
Allah akan terus menjagaku, menyayangi dan terus membimbingku.
Semoga Tuhan memanjangkan umurku,
Menyehatkan tubuhku,
Melapangkan rezekiku,
Melembutkan hatiku....
Tiba di ujung taman jalanan itu,
Seorang pria berkumis tipis,
Dengan perawakan gagah tinggi yang tampak sudah matang,
Bukan abg abg lagi melempar senyumnya...π sambil terus berlari-lari kecil
Dengan refleks ku respon kembali dengan senyuman π
Sudah cukup olahraga di pagi ini,
Bergegas pulang dan menikmati hari libur di rumah untuk bersih-bersih halaman dan perabotan rumah.
Namun, senyum pria berkumis tipis tadi selalu muncul dalam fikiran.
Siapa kah dia?
Orang sini juga kah?
Rumahnya mana?
Koq aku baru lihat dia hari ini kalo rumahnya dekat π’
Adzan asyar sudah memanggil.
Anak-anak TPA (Taman Pendidikan Al Qur-an) menyenandungkan suara adzan dengan indahnya π
Aku bersiap untuk mandi dan berangkat menuju masjid tempat anak-anak TPA itu berkumpul.
Aku biasa memberikan pelajaran di TPA dengan cuma-cuma,
Bukan untuk di gaji tapi ku niatkan untuk belajar mendidik anak-anak dan sebagai baktiku untuk negeri ini.
Untuk kampungku tempat aku di lahirkan.
Untuk orang tuaku,memiliki anak yang sholeh dan sholeha salah satu dari tiga amal yang akan di bawa mati.
Semoga aku salah satu anak yang sholeha itu... Aamiin
Pelajaran di TPA sudah selesai pukul 17.00 wib. Anak-anak pulang begitupun aku.
Aku kenalkan pada kalian, kakak yang menyemangatiku, mengajari dan memberitahuku ketika aku salah.
"Omar" namanya.
Dia bekerja pada sebuah perusahaan swasta di ibu kota sebagai supervisor.
Aku mengenalnya dulu, karena aku bekerja di sebuah cabang dari perusahaan tempat dia bekerja.
Iyaaaa, dia bukan kakak kandungku.
Tp dia kakak bagiku, karena tak sungkan menegur dan menasehatiku.
Sore itu dia mengirim pesan,
Omar : Nina....
Aku : Iya mas (panggilan kakak)
Omar : hari ini ngapain aja?
Nina : 1. Olahraga, bersih2 rumah, bobok siang, ke TPA, terus ini santai
Omar : mantab
Masnya baik, dia tau hari ini aku mulai resign dan tidak lagi bekerja di cabang perusahan tempatnya bekerja tapi mau saja tanya kegiatanku hari ini (ngomong dalam hatiku)
Nina : Aku pengen bisnis mas, jadi owner ngk kerja buat orang lain.
Omar : Bagus. Lakukan...!!
Nina : Bismillah ya, doakan.π
Ibuk lagi balik nyumbang mantenan,
Pulang isinya tas pisangnya buanyaaaak.
Omar : buatin piscok dek (panggilan omar untukku)
Nina : Boleh, maino ke jatim dulu tapi, liburan panjang maenlah.
Di kota melulu nggak males apa, tiap hari jalanan crowd (padet)
Omar : udah biasa sih. Dulu awal di sini ya berat banget, tapi lama kelamaan udah biasa balik kantor 3 jam baru sampe kost-an.
Piscok piscok piscok sudah siap?
Nina : wahhhh.... Di kupasin juga belum π
Omar : Buruan di masak gih... π
Omar mengajariku untuk mengisi kegiatan, untuk nggak diem males tiduran, karena udah ngk kerja di kantoran.
Pisang coklat untuk kakak terbaik siap.
Cekrek.... Cekrek.... !!
Ku kirimkan via whatsapp
Ku bubuhi kalimat.
Terimakasih telah menjadi manusia baik π
Piscok dan kakaku sampai di sini dulu ceritanya.
Soal pria berkumis tipis tadi pagi,
Semoga bila Allah mengizinkan akan bertemu kembali,
Akan ku ceritakan.....
hari ini minggu,
Langit di luar rumah membiru, cerah tanpa ada sendu.
Angin menghempas rambut yang terurai indah....
Sangat pas untuk menikmati jalan-jalan di pagi hari
Kenalkan,
Namaku Nina.
Aku anak pertama dari dua bersaudara.
Tinggal di desa yang makmur dan sejahtera.
Doaku pagi ini sambil memandangi langit dan ku kepalkan tanganku,
Untuk menguatkan emosi atau keyakinan dari hati.
Allah akan terus menjagaku, menyayangi dan terus membimbingku.
Semoga Tuhan memanjangkan umurku,
Menyehatkan tubuhku,
Melapangkan rezekiku,
Melembutkan hatiku....
Tiba di ujung taman jalanan itu,
Seorang pria berkumis tipis,
Dengan perawakan gagah tinggi yang tampak sudah matang,
Bukan abg abg lagi melempar senyumnya...π sambil terus berlari-lari kecil
Dengan refleks ku respon kembali dengan senyuman π
Sudah cukup olahraga di pagi ini,
Bergegas pulang dan menikmati hari libur di rumah untuk bersih-bersih halaman dan perabotan rumah.
Namun, senyum pria berkumis tipis tadi selalu muncul dalam fikiran.
Siapa kah dia?
Orang sini juga kah?
Rumahnya mana?
Koq aku baru lihat dia hari ini kalo rumahnya dekat π’
Adzan asyar sudah memanggil.
Anak-anak TPA (Taman Pendidikan Al Qur-an) menyenandungkan suara adzan dengan indahnya π
Aku bersiap untuk mandi dan berangkat menuju masjid tempat anak-anak TPA itu berkumpul.
Aku biasa memberikan pelajaran di TPA dengan cuma-cuma,
Bukan untuk di gaji tapi ku niatkan untuk belajar mendidik anak-anak dan sebagai baktiku untuk negeri ini.
Untuk kampungku tempat aku di lahirkan.
Untuk orang tuaku,memiliki anak yang sholeh dan sholeha salah satu dari tiga amal yang akan di bawa mati.
Semoga aku salah satu anak yang sholeha itu... Aamiin
Pelajaran di TPA sudah selesai pukul 17.00 wib. Anak-anak pulang begitupun aku.
Aku kenalkan pada kalian, kakak yang menyemangatiku, mengajari dan memberitahuku ketika aku salah.
"Omar" namanya.
Dia bekerja pada sebuah perusahaan swasta di ibu kota sebagai supervisor.
Aku mengenalnya dulu, karena aku bekerja di sebuah cabang dari perusahaan tempat dia bekerja.
Iyaaaa, dia bukan kakak kandungku.
Tp dia kakak bagiku, karena tak sungkan menegur dan menasehatiku.
Sore itu dia mengirim pesan,
Omar : Nina....
Aku : Iya mas (panggilan kakak)
Omar : hari ini ngapain aja?
Nina : 1. Olahraga, bersih2 rumah, bobok siang, ke TPA, terus ini santai
Omar : mantab
Masnya baik, dia tau hari ini aku mulai resign dan tidak lagi bekerja di cabang perusahan tempatnya bekerja tapi mau saja tanya kegiatanku hari ini (ngomong dalam hatiku)
Nina : Aku pengen bisnis mas, jadi owner ngk kerja buat orang lain.
Omar : Bagus. Lakukan...!!
Nina : Bismillah ya, doakan.π
Ibuk lagi balik nyumbang mantenan,
Pulang isinya tas pisangnya buanyaaaak.
Omar : buatin piscok dek (panggilan omar untukku)
Nina : Boleh, maino ke jatim dulu tapi, liburan panjang maenlah.
Di kota melulu nggak males apa, tiap hari jalanan crowd (padet)
Omar : udah biasa sih. Dulu awal di sini ya berat banget, tapi lama kelamaan udah biasa balik kantor 3 jam baru sampe kost-an.
Piscok piscok piscok sudah siap?
Nina : wahhhh.... Di kupasin juga belum π
Omar : Buruan di masak gih... π
Omar mengajariku untuk mengisi kegiatan, untuk nggak diem males tiduran, karena udah ngk kerja di kantoran.
Pisang coklat untuk kakak terbaik siap.
Cekrek.... Cekrek.... !!
Ku kirimkan via whatsapp
Ku bubuhi kalimat.
Terimakasih telah menjadi manusia baik π
Piscok dan kakaku sampai di sini dulu ceritanya.
Soal pria berkumis tipis tadi pagi,
Semoga bila Allah mengizinkan akan bertemu kembali,
Akan ku ceritakan.....


Komentar
Posting Komentar